Kalau umat Islam hidup semata-mata hendak hidup, semata-mata hendak mencari makan
Lebih-lebih lagi hidup fikir hendak senang
Ditambah lagi tidak takutkan Allah, lupa Akhirat karena hendak hidup
dia akan buat apa saja
Dia tidak fikir lagi halal dan haram
Yang penting dapat makan, bisa kenyang, kalau boleh dapat senang
Orang seperti ini kalau bisa makan, bisa senang dengan fitnah orang,
dia akan fitnah orang
Kalau bisa makan dan senang hasut orang, hina orang, tipu orang dia akan lakukan
Jika bisa makan dan bisa senang dengan suap, terima suap di akan amalkan
Sekiranya mencuri, merampok, meragut, membunuh bisa cari makan dan senang,
dia bisa kerjakan
Orang yang tidak fikir halal dan haram untuk hidup faktor besarnya,
tidak takut Allah dan kerana cari makan dan senang
Orang yang bersifat semacam ini paling tidak di hujung hidupnya dia akan kecundang
Boleh jadi di dalam perjalanan hidupnya akan terbuka tembelang
dan akan dihukum Allah
Di atas dunia lagi akan terhukum juga oleh Allah sebagai balasan
Sebelum dia dihukum di Akhirat oleh Allah
Bahkan orang yang seperti ini di dunia lagi hidup tidak karuan dan tidak tenang
Kalaupun senang makan minum, selalu sahaja mendapat bala
yang berbagai-bagai macam
Jika banyak duit Allah bala dengan fikiran tidak tenang, berserabut malam dan siang
Boleh jadi juga niat senang makan minum tidak kesampaian
Ingin senang tidak senang, ingin senang makan minum, tidak senang makan minum
Boleh makan minum, boleh senang, bergaduh pula suami isteri tidak berkesudahan
Perang rumah tangga tidak ada kedamaian
Begitulah kalau orang Islam tidak takut Tuhannya
Semacam itulah umat Islam yang hidupnya fikir makan minum dan hendak senang
Matlamat tidak sampai hanya kesusahan
Kalau sampai matlamat yang diidam-idamkan
Bala bencana pula yang selalu datang
Oleh itu kenalah takutkan Allah
Hidup hendaklah bersih daripada yang haram dan penzaliman
Takutkan Allah adalah ibu segala kebaikan
Termasuklah soal makan minum ada jaminan oleh Allah
Nukilan : Abuya Syeikh Imam Ashaari Muhammad At Tamimi